Clinical Legal Education on Human Rights

“Clinical legal education” means education that is experience-based and focuses on appropriate lawyer roles, legal institutions, professional responsibility, and the theory or practice of legal representation or dispute resolution. This craft contemplates a range of skills and values commensurate with the development of professionalism, such as the ability to solve legal problems through various dispute resolution devises, the provision of competent representation, the recognition and resolution of ethical dilemmas, and the promotion of justice, fairness and morality.

Clinical Legal Education extends to all fields of law which are taught in the law schools and universities. There are two components of Clinical Legal Education: Moot Court Training and Conducting Actual Clinics.

Apart from lecturers and class-room discussions, CLE essentially includes Moot-Court preparation and role enactments for the law students. Such simulation helps in orienting students towards anticipating Court situations, handling and communicating with the client. It helps them to prepare briefs geared with practical orientation and actual Court room procedures. Moot Court training leads to better interpersonal communication – as students are trained to understand the psyche of clients, judges, etc. Such training leads to sharp reflexes and their presence of mind is honed by continuous exposure to practical experiences. The students are trained to be thorough professional : client confidentiality, being conscious of their body gestures, facial expressions and body language which should show alertness and attentiveness. Moot Court training obviously leads to improved communication skills, improved legal vocabulary, and better comprehension of the issue at hand.

Training students through the medium of conducting clinics is another indispensable aspect of legal education. An actual clinic is organized, for example, Lok Adalats on family law matters, Arbitration, Lok Adalats on public utility services, such as water, electricity, transport, etc. Students actively participate in organizing these clinics and learning dispute resolution mechanisms.

Still other types of clinics pertain to the performance of public services such as, legal aid for prisoners, poor, women, juveniles, etc. In such practical clinical training sessions, to take an example, the students are involved in drafting actual petitions and presenting them to the Magistrate’s seeking relief according to law. Such exposure goes a long way in sensitizing the budding lawyers and curbing human Rights violations in our society. By participating in such clinics and working for the most marginalized and vulnerable groups of society, the students are better attuned to the kind of human rights issues which they will face once they actually begin the rigours of legal practice.

This training programme on Clinical Legal Education is an endeavour of Faculty of Law, University of Delhi, to orient students towards achieving these ends. It needs to be reiterated that the movement of human rights education can be best carried forward by conducting similar practical workshops and training programmes in human rightrs advocacy and law clinics. This training programme is benefited from its association with the South Asian Law Schools’ Forum for Human Rights (SALS FORUM), which is a nascent organization, and is the first step in the South Asian Region to bring human rights education in the forefront of the struggle for human rights.

In future, the students will be trained to present petitions to the National and State Human Rights Commissions, on human rights violation on behalf of the victims or their families. Similarly, students will be oriented in approaching the various UN human rights implementation agencies on issues of human rights violations. It goes without saying that NGOs which form the crux of social service movements and who work at the grassroots level will be involved in these clinics, to give the students a first-hand experience on human rights issues in the prevailing society.

sumber

Career Planning Center VUSL

Mendapat sebuah surat memang menyenangkan. Apalagi bila surat tersebut memberikan informasi yang pantas untuk disebarkan sebagai bahan untuk mengembangkan diri melalui informasi yang didapat tersebut.

Bagi kami, menerima surat dan membacanya, sungguh bahagia. Surat yang kami terima tidak akan percuma. Isi dibaca dengan sungguh-sungguh, dicermati makna substansi, informasi digunakan sebagai sumber yang tepat dan berdaya guna. Seperti sebuah surat yang disampaikan oleh salah satu sahabat yang selalu memberikan dukungan pada komunitas ini. Berikut sebuah surat yang pantas untuk dibaca dan mendapatkan perhatian oleh teman-teman.

Terima Kasih.

===============================================================

Rekan2 terkasih;

Ada informasi menarik.
salam,
TL.
——————————–

Pusat Perencanaan Karir (CPC) dan Externship

26 Mei 2008

—————————————————————-

Career Planning Center VUSL (CPC/Pusat Perencanaan Karir)

Misi pelayanan bagian ini adalah 1) membantu semua mahasiswa VUSL dan alumninya dalam merencanakan jalur karir, mempersiapkan diri memasuki pasar kerja, dan mengidentifikasi atau menciptakan peluang-peluang spesifi; 2) bekerja secara erat dengan pemberi kerja (pengguna lulusan) dalam mengembangkan jaringan-terkait-karir bagi semua mahasiswa VUSL.

Program-program pusat layanan ini dibangun untuk membantu mahasiswa / alumni mengidentifikasi, membatasi, dan menyuarakan tujuan karir dan mimpi-mimpi yang hendak dicapai, membangun kepercayaan diri untuk mengatasi hambatan-hambatan, dan merumuskan kemampuan / prestasi yang pernah dicapai (karena mahasiswa seringkali tidak menyadari akan manfaat prestasi tertentu yang telah dicapainya bagi pengembangan karir).

Dalam berhubungan dengan Pemberi Kerja, CPC menggunakan sistem “job posting” dan “bank resume (riwayat hidup)”, memanfaatkan software khusus bernama Symplicity yang juga dapat diakses via internet oleh Pemberi Kerja, mahasiswa VUSL dan lulusan VUSL.

Pemberi kerja dapat mengirimkan informasi tentang lowongan pekerjaan secara gratis ke website ini. Dalam hal ini, CPC VUSL tidak melayani informasi melalui surat, email atau fax jika terkait dengan lowongan yang bersifat ’segera’.

Tetapi jika Pemberi Kerja tidak ingin menggunakan Symplicity, maka CPC akan tetap melayani secara manual. Mahasiswa dan alumni dapat menyerahkan riwayat hidupnya melalui internet maupun langsung secara manual.


Informasi mengenai fasilitas ini dan lembaga CPC juga selalu di-update kepada para alumni. Para alumni selalu diundang untuk mengisi informasi mereka kepada kantor CPC secara online maupun secara langsung. Bentuk riwayat hidup berbentuk formulir yang disediakan oleh kantor CPC sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh Pemberi Kerja. Bagi mereka yang tidak ingin menyerahkan riwayat hidup, tetap dapat mengakses informasi yang disediakan oleh kantor CPC.

Jika seorang alumni hendak mendaftarkan diri pada layanan CPC, maka dia perlu menyerahkan informasi tentang dirinya (bisa dalam sifat terbuka maupun tertutup/rahasia). Informasi ini akan disimpan secara khusus oleh CPC dan tidak bisa disearch secara bebas melalui internet oleh pihak lain. Sang alumni kemudian akan diberikan kode otorisasi untuk bisa melakukan registrasi di website CRC dan di situ yang bersangkutan bisa membuat nama login serta password yang akan digunakan untuk mengakses informasi lowongan pekerjaan di CPC.

Banyak sekolah hukum di Amerika Serikat yang menjalankan program semacam ini, yaitu menyediakan bantuan pencarian pekerjaan kepada mahasiswa dan lulusannya. Sekarang sudah berkembang layanan semacam ini melalui lembaga di universitas yang berbeda (saling bekerja sama dan timbal balik / reciprocity).

Hal ini memungkinkan fakultas hukum untuk menyediakan akses yang wajar kepada sumber karirnya bagi lulusan dari universitas lain yang juga membagi informasinya secara sebaliknya kepada mereka. Layanan Reciprocity ini juga disediakan oleh CPC VUSL, tentunya pengguna informasi dari universitas lain harus menghormati berbagai ketentuan yang berlaku di sekolah tuan rumah. Salah satu program akademik untuk menunjang perencanaan karir adalah program Externship (semacam praktek kerja).

Selama lebih dari 20 tahun, VUSL telah menjalankan program Externship di berbagai kantor hukum dari wilayah New York sampai dengan California, dimana semua partisipasi ini akan diperhitungkan kreditnya secara akademik. Saat ini terdapat lebih dari 60 tawaran kepada VUSL untuk mengirimkan mahasiswa melakukan praktek kerja (termasuk dari kejaksaan lokal, hakim federal dan Negara bagian, kantor Homeland Security, dan berbagai lembaga pemerintah).

-Berbagai Dokumen Externship saya lampirkan dalam email ini, yaitu Buku Pedoman, Formulir Pendaftaran, Format evaluasi, Proposal.- (untuk mendapatkannya silakah hubungi administrator)

Theofransus Litaay.